- 1. Sebagian besar pendukung Persija ternyata hanya sedikit yang masih mengingat ataupun mengetahui sosok Sucipto Suntoro
-
2. Sucipto Suntoro ini satu diantara beberapa orang asal Bandung yang jadi legenda di Persija. Julukannya 'Si Gareng'
-
3. Suntoro ini dulu dikenal sebagai 'striker palsu' kalau dalam era sepakbola sekarang ketika timnas dilatih Antun Pogacnik
-
4. Antun Pogacnik ini adalah pelatih terhebat yg pernah dimiliki timnas Indonesia dalam sejarah selain van Mastenbrok di tahun 1938
-
5. Di era Pogacnik, Timnas bahkan pernah jadi macan Asia. Kiper terbaik dunia sepanjang masa, Lev Yashin mati2an kena tendangan Ramang (PSM)
-
6. Bahkan, tim kuat Cina ketika itu dikalahkan 0-2 di GBK sebelum akhirnya Indonesia kalah 3-4 di Cina. Ketika itu Cina jd kekuatan dunia
-
7. Nah, Suntoro ini juga jadi legenda timnas di kala itu. Dia masuk timnas senior setelah terpantau bakatnya oleh Dalhar Djamiat
-
8. Siapa itu Dalhar Djamiat? Dia adalah pelatih yunior timnas kala itu. Dia mengamati Suntoro ketika masuk dlm klub IPPI Kebayoran di 1954
-
9. Dalhar kemudian masukkan nama Suntoro ke draft timnas yunior 1956, dan Suntoro masuk ke klub internal Persija lain, yaitu Setia Jakarta
-
10. Singkatnya, Suntoro kemudian memperkuat klub Persija Jakarta di kala usianya yang masih 16 tahun!
-
11. Itulah mengapa Suntoro disebut sebagai 'Gareng'. Suntoro jadi personil tim senior Persija bbrp saat kemudian berkat Endang Witarsa
-
12. Ketika itu, Sucipto memperkuat Persija bersama legenda2 lain seperti Yudo hadianto, Surya Lesmana, Supardi, Kiat Seek, dll
-
13. Debut pertamanya fantastis. 4 gol berhasil dicetak di ptd perdana melawan PSP Padang yg berakhir dg kemenangan 7-0 utk Persija
-
14. Kemudian, ketika lawan PSB Bogor, Sucipto berhasil cetak gol pembuka saat pertandingan baru berjalan 2 menit, dan hajar PSA Ambon 4-0
-
15. Padahal ketika itu PSA Ambon dihuni oleh Jacob Sihasale, legenda bola Indonesia yg cetak gol ke gawang Ajax saat membela Persebaya
-
16. Sucipto kembali menyelamatkan muka Persija ketika hampir kalah lawan PSM Makassar, dan cetak 4 gol lagi ketika lawan PSMS Medan
-
17. Persija pun lolos ke final setelah Sucipto cetak 2 gol ketika ptd terakhir melawan Persib yang berakhir 3-1
-
18. Persija jadi juara Perserikatan 1964 setelah dlm final mengalahkan Persebaya 4-1. Persija jd tim tak terkalahkan dalam semusim
-
19. Padahal, banyak pemain timnas di Persebaya. Contohnya Anjik Nurdin dan Junaidi Abdillah. Suciptopun jd topskor Perserikatan dgn 16 gol
-
20. Lain klub lain timnas, di Timnas dibawah asuhan pelatih top Antun Pogacnik, Sucipto menggila. Gol demi gol tercipta dari kakinya
-
21. yang paling jeger, Sucipto pernah cetak 8 gol dalam satu pertandingan ketika Indonesia melumat Singapura 9-2 dlm Merdeka Games 1969
-
22. Maklum saja, ketika itu Indonesia bukan lawan sepadan bagi Asean. Jepang ketika itu menyerah 1-0 lagi2 berkat gol Sucipto
-
23. Di level yunior, prestasinya lebih gila lagi. Sucipto jadi top skor Piala Asia Yunior dgn 14 gol. Ketika itu Taiwan dibabat 14-0
-
24. Dan Jepangpun dibabat 13-1. Namun akhirnya Indonesia kalah di semifinal sehingga harus puas jadi juara ketiga. Myanmar jd juara
-
25. Puncaknya, pada 1965, di tengah kondisi ekonomi bangsa yg terpuruk, PSSI lakukan tur ke Eropa utk lawan Feyenoord dan Werder Bremen
-
Content from Twitter
-
26. Sebelum berangkat, Presiden Sukarno berkata kpd Sucipto "Hei Gareng, lawan Belanda itu. Tunjukkan Indonesia ini bangsa besar!"
-
27. Mungkin itu yang tertanam kuat di hati Sucipto Suntoro yg ketika itu jadi kapten PSSI lawan Feyenoord, sang juara Divisi Utama Belanda
-
28. Pada tahun 1965, Feyenoord masih punya pemain hebat yang jadi kapten kesebelasan bernama Guus Hiddink yg skrg melatih PSG
-
29. Berkat kata2 Bung Karno, Sucipto main gila-gilaan. Menit kedua babak pertama, dia cetak gol dgn melewati 3 pemain Feyenoord
-
30. Namun toh akhirnya PSSI kalah karena wasit yg bela Feyenoord dan anggap Indonesia musuh barat (krn lebih berpihak ke RRC-Blok Timur)
-
31. Lima hari setelah itu, PSSI bertandang ke Jerman lwn juara Bundesliga, Werder Bremen, dalam pertandingan di musim semi
-
*Ralat, Guus Hiddink mantan pelatih Rusia maksudnya :))
-
32. Dalam pertandingan lawan Werder Bremen ini, PSSI buat kejutan. Banyak gol tercipta. Yang lebih mengejutkan, Sucipto cetak hattrick
-
33. Sucipto ketika itu main fantastis. Bahkan beberapa petinggi Werder Bremen sangat inginkan Sucipto utk main di klubnya.
-
34. Pelatih Jerman barat pun tak ketinggalan beri pujian utk Sucipto. Namun, tawaran tsb ditolak dgn alasan Sucipto lebih cinta Indonesia
-
35. Sebulan berselang, PSSI mengadakan tur ke Asia. Ketika itu PSSI pilih SAF (Singapore armed force) utk jadi lwn. Main di Myanmar
-
36. Hasilnya, PSSI menang 7-0 atas SAFFC. Sucipto cetak 4 gol, Timisela 2 gol, dan Jacob Sihasale 1 gol
-
37. Kemudian, PSSI mengikuti kompetisi Asian Games pada 1966 di Tokyo. Indonesia ada di grup C bersama Singaura, Vietnam Selatan, dan Cina
-
38. Ketika itu, Sucipto hanya bisa cetak 2 gol, hasilnya Indonesia lolos ke 8 besar, ada di grup matu bersama Iran dan Myanmar
-
39. Namun Indonesia harus puas pulang dgn 1 poin setelah kalah dari Myanmar 1-2 dan Iran seri dgn 2-2
-
40. Lanjut ke Aga Khan Cup 1966. Indonesia punya tradisi juara di piala ini hingga era NIAC Mitra di 80-an.
-
41. Pada tahun 1966, Indonesia mengirim timnas yunior dgn pelatih Antun Pogacnik. Lagi2 Sucipto cetak banyak gol
-
42. Ketika lawan Pakistan Railways, Sucipto cetak 3 gol. Karachi Port cetak 3 gol, dan 2 gol ketika melawan Iran Selection XI
-
43. Hingga akhirnya Indonesia berhasil jadi juara Aga Khan Cup 1966 setelah mengalahkan Mohameddan SC Pakistan dgn 2-1. Sucipto cetak 1 gol
-
44. Lanjut ke Piala Raja 1968. Indonesia utk pertama kalinya juara di event ini. Bahkan timnas ketika itu tak terkalahkan!
-
45. Sucipto cetak 2 gol lawan Myanmar dan 1 gol ketika Indonesia bantai Singapura 7-1. Di final, Indonesia bantai lagi Malaysia 6-1
-
46. Padahal ketika itu Malaysia unggul dulu. Suciptolah yg buat gol penyama kedudukan dan gol di menit ke 73 hingga Malaysia kalah 6-1
-
47. Lanjut ke Merdeka Games 1968. Di event ini, Sucipto makin gila, namun timnas tak juara. Timnas hanya sampai semifinal (klh dg Australia)
-
48. Sucipto cetak 9 gol dalam 5 pertandingan. 4 gol saat menang 7-0 atas Jepang dan 5 gol saat bantai Cina dgn 11-1
-
49. Setahun stlh itu, dlm Merdeka games 1969, Indonesia juara. Di sinilah 8 gol yg diciptakan Sucipto ketika Indonesia bantai Singapura 9-2
-
50. kemudian, di tahun 1970, Indonesia kedatangan tamu spesial yaitu Dynamo Moscow yg akan lawan timnas. Dynamo diperkuat Lev Yashin
-
51. Lev Yashin ini adalah kiper legenda dunia hingga saat ini. Ketika itu Dynamo hanya menang 0-1 http://t.co/ioF3EJe5
-
52. Padahal sebenarnya, Indonesia bisa menang jika saja Ramang, Sucipto, dan Iswadi Idris bisa kerjasama dgn baik
-
53. Hingga di akhir masa jayanya, Sucipto berhasil membawa Indonesia juara Asian Games 1970 setelah mengalahkan thailand dgn skor 1-0
-
54. Karir Sucipto sbg pelatih pun lumayan. Dia bawa Timnas U-20 peringkat 3 dalam Piala Dunia U-20 FIFA di Tokyo pada 1979
-
55. Bahkan ketika lawan Argentina yg dihuni Maradona Cs, Indonesia dibabat 0-5, dua gol dicetak Maradona ketika itu
-
56. Sucipto ini jadi top skorer timnas terbanyak dengan mengumpulkan 57 gol dalam 68 caps dalam berbagai pertanfingan internasional
-
57. Sucipto meninggal setelah kanker lever pada 1994. Hingga kini namanya tetap terpatri pada pecinta Persija yg tahu sejarah timnya
-
58. Perlu diingat, Persija ketika itu masih menggunakan warna jersey merah-merah, belum oranye seperti sekarang..
-
59. Demikian kultwit singkat mengenai legenda Persija dan Timnas, Sucipto Suntoro. Semoga menambah pengetahuan. Selamat malam dan #sekian :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
grazie